Taman Nasional Baluran, hutan Afrika di pulau Jawa

Bagi yang pernah berkunjung ke Banyuwangi, tentunya pernah mendengar tentang Taman Nasional Baluran. Banyuwangi yang mempunyai julukan sebagai “The sunrise of java” letaknya bisa di katakan di apit oleh laut, hutan dan pegunungan di segala penjuru. Di sebelah barat ada gunung ijen, sebelah timur ada selat bali, di sebelah selatan terdapat taman nasional Meru betiri dan di sebelah utara terdapat alas baluran.

Taman nasional Baluran atau biasa juga di sebut sebagai “the little africa in Java” ini merupakan kawasan yang berfungsi untuk melindungi berbagai flora dan fauna dengan luas wilayah sekitar 25.000 hektar. Disini, para pengunjung akan di suguhkan dengan pemandangan alam yang luar biasa. Jangan heran jika selama berkunjung, kita akan sering kali menjumpai hewan-hewan liar.

Tentang Taman Nasional Baluran

Dari pusat kota Banyuwangi, kita bisa menggunakan kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4 menuju ke arah utara melewati jalur menuju situbondo untuk menuju taman nasional Baluran.  Diperjalanan menuju TN. Baluran, kita akan melewati salah satu wisata pantai yang ada di Banyuwangi bernama watu dodol.

Jika perjalanan lancar, waktu tempu yang dibutuhkan untuk mencapai taman nasional Baluran hanya sekitar 90 menit. Dan ketika kita sudah melewati perbatasan antara kabupaten Banyuwangi dan Situbondo, maka itu pertanda kita sudah tiba di tempat ini.

Untuk kondisi jalan yang ada di Taman nasional Baluran saat ini sudah lebih baik dari beberapa tahun yang lalu dimana sebelumnya rute di baluran ini masih banyak berlobang dan batu-batu besar yang belum di aspal.

Harga tiket masuk

Untuk harga tiket masuk di Taman nasional Baluran ini kita hanya butuh mengeluarkan dana sebesar 15.000 rupian untuk wisatawan lokal dan 150.000 rupiah untuk wisatawan asing untuk hari-hari biasa. Sedangkan untuk hari libur harga tiket masuk sebesar 17.500 rupiah untuk wisatawan lokal dan 225.000 untuk wisatawan asing.

Merupakan Hutan Musim

Bagi yang baru berkunjung ke taman nasional Baluran, jangan heran jika disuguhkan dengan pemandangan tumbuhan yang terkesan kering karena mungkin anda berkunjung ketika musim kemarau. Namun ketika musim hujan tiba, kita akan disuguhkan dengan pemandangan hutan yang hijau.

Namun tidak perlu khawatir, baik musim kemarau maupun musim hujan, taman nasional Baluran memiliki eksotisme dan keunikan masing-masing. Jadi anda tidak perlu khawatir jika berkunjung ke taman nasional Baluran, baik pada saat musim hujan maupun musim kemarau, anda akan mendapatkan kepuasa wisata tersendiri yang tidak mungkin bisa di lupakan.

Hutan evergreen

Meski kondisi taman nasional Baluran ini sering berubah tergantung musim, namun ada satu wilayah dimana kondisi nya tidak akan berubah sepanjang tahun meskipun musim berganti. Jadi kapanpun kita berkunjung ke TN. Baluran, kita akan menemui suasana subur dan hijau yang disebut dengan kawasan evergreen.

Taman nasional baluran

Kawasan kita berjarak sekitar 20 menit perjalanan dari pos tiket masuk. Ketika sampai di kawasan ini, kita akan menemukan suasana sejuk dan asri. Hal ini di karenakan di kawasan ini terdapat sebuah aliran sungai yang berfungsi sebagai cadangan air untuk tumbuhan yang ada di kawasan ini. Terlebih ketika musim terik yang panas, berada di kawasan ini seraga berada di syurga karena akan terasa sejuk dan bebas dari polusi.

Savana Bekol

Jarak savana bekol kurang lebih sekitar 3km dari kawasan hutan evergreen. Luas wilayah kawasan ini sekitar 10.000 hektar atau lebih dari seper tiga luas kawasan taman nasional Baluran. Di kawasan ini, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan padang rumput dan gunung yang mempesona. Selain itu, ketika sore hari ini akan menyaksikan banyak kawan hewan seperti banteng, rusa, burung dan lainnya keluar dari hutan dan mencari makan di savana ini. Hal ini lah yang membuat kawasan ini seperti berada di afrika yang membuat kawasan ini akhirnya di juluki sebagai “The little Africa”.

Savana bekol

Perlu diperhatikan, ketika berada di kawasan ini biasanya banyak juga kawanan monyet yang turun. Dan jika akan membawa perbekalan, harap berhati-hati karena biasanya para monyet-monyet ini sedikit usil dengan mencuri bekal kita. Selain itu, jangan sekali-kali kita menghampiri para kawanan monyet ini karena di khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Nama bekol sendiri di ambil karena di kawasan ini terdapat banyak sekali tumbuhan bekol. Bahkan di kawasan ini terdapat sebuah pohon bekol yang bisa di katakan sebagai icon dari taman nasional Baluran dimana seperti ada kewajiban bagi pengunjung untuk berfoto di pohon bekol tersebut. Karena entah mulai kapan, muncul pernyataan Belum ke baluran kalo belum berfoto di bawah pohon bekol tersebut.

Pantai Bama

Kawasan paling ujung dari perjalanan menyusuri hutan taman nasional Baluran ini berupa pantai. Dengan kondisi pantai yang sangat indah dengan pasir pantai yang berwarna putih bersih, menjadikan kawasan ini sangat cocok sekali untuk berswa foto.

Dikawasan ini kita akan bertemu dengan kawanan kera ekor panjang yang tergolong galak. Jadi bagi para pengunjung di sarankan untuk sangat berhati-hati dengan hewan ini. Karena kera ini akan mencuri makanan yang kita bawa. akan lebih baik ketika berkunjung ke pantai ini, jangan terlalu banyak membawa makanan.

Kondisi ombak di pantai bama ini pun tidak terlalu besar karena kondisi pantainya memang termasuk pantai dangkal, jadi sangat aman bagi para pengunjung yang TN Baluran yang ingin bermain air di pantai ini. Namun demikian, tidak disarankan bermain air terlalu ketengah laut, karena bagaimanapun namanya laut pasti memiliki sisi yang mengerikan.

Waduk Bajulmati

Meskipun masih berada didalam kawasan taman nasional Baluran, namun berbeda dengan kawasan savana Bekol dan Pantai Bama dari segi lokasinya. Untuk mencapai waduk bajul mati kita harus keluar dari dulu menuju jalan raya dan malanjutkan perjalanan ke arah kabupaten Situbondo.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari pintu masuk TN. Baluran, kita akan bertemu dengan pintu masuk menuju waduk bajulmati yang di tandai dengan adanya patung penari gandrung di depan pos masuk menuju waduk.

Waduk yang mulai di bangun pada tahun 2006 ini memiliki pemandangan bukit-bukit di tengah genangan air. Hal ini lah yang menyebabkan satu-satunya waduk yang berada di kawasan TN. Baluran ini disebut sebagai replika dari Raja Ampat yang ada di Papua.

Itulah sekilas tentang kawasan taman nasional Baluran. Taman nasional ini memang memiliki eksotisme tersendiri yang tidak akan terlupakan oleh para pengunjungnya. Jadi, buat anda yang berkunjung ke Banyuwangi, jangan lupa untuk berkunjung ke taman nasional ini. Karena sekali anda berkunjung ke tempat ini, anda akan menemukan pesona alam yang indah dan unik.

Leave a Reply