6 Destinasi wisata Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi

Taman Nasional Alas Purwo atau Alas purwo national park berada di wilayah kecamatan Tegaldlimo – Banyuwangi. Jika di lihat secara geografis, lokasinya terletak di ujung tenggara dari pulau Jawa wilayah pantai selatan. Memiliki luas area 43.420 ha yang di bagi menjadi 4 zona yaitu Zona Inti / Sanctuary zone ( 17.200 ha ), Zona Rimba / Wilderness zone (24.767 ha), Zona Pemanfaatan / Intensive use zone (250 ha) dan Zona Penyangga / Buffer zone (1.203 ha)

Taman nasional alas purwo Banyuwangi memiliki curah hujan rata-rata 1000 – 1500 mm per tahun dengan temperature 22°-31° C dan merupakan salah satu tempat untuk ratusan jenis flora dan fauna yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan alas purwo merupakan kawasan hutan hujan rendah yang menjadi tempat ideal untuk flora dan fauna.

Untuk mencapai Taman Nasional (TN) alas purwo Banyuwangi, kita bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Banyuwangi. Dari pusat kota Banyuwangi ambil arah ke selatan menuju Srono kemudian ambil arah ke timur menuju arah Muncar. Dari arah Mucar berbelok lagi ke selatan menuju arah Tegaldlimo. Tidak perlu khawatir tersesat karena setelah memasuki wilayah kecamatan Tegaldlimo, kita akan bertemu beberapa papan petunjuk menuju kawasan alas purwo

Karena merupakan taman nasional, alas purwo Banyuwangi memiliki beberapa destinasi wisata yang bisa kita kunjungi. Dan karena lokasinya yang berhadapan langsung dengan samudra Hindia, maka tidak heran jika beberapa destinasi wisata pantai Banyuwangi ada didalamnya. Tidak hanya wisata laut, di alas purwo juga terdapat beberapa destinasi wisata lainnya yang patut kita kunjungi.

6 Destinasi wisata yang ada di TN alas purwo Banyuwangi

  1. Pantai plengkung (G Land)alas purwo BanyuwangiSelain pantai pulau merah, pantai Plengkung adalah salah satu pantai yang menjadi favorit para peselancar. Pantai yang berada di TN Alas purwo Banyuwangi ini memiliki ombak yang cukup bagus untuk olah raga surfing. Bahkan, menurut para peselancar yang sudah pernah mencoba berselancar di Plengkung, ombak di pantai ini masuk kedalam 3 besar ombak terbaik di dunia.Pantai ini memiliki batas pasang surut sekitar 1km dari garis pantai dengan dasar pantainya merupakan gugusan karang-karang mati akibat dari abrasi. Di pantai Plengkung Banyuwangi ini pula terdapat sebuah patahan di dasar laut yang membentuk sebuah palung yang berjarak sekitar 1.2km dari bibir pantai ke arah barat daya. Disamping itu, pantai ini juga memiliki dinding laut yang berjarak sekitar 600m dari garis pantai yang mengelilingi pantai plengkung dibagian selatan TN Alas Purwo.Karena adanya palung dan dinding laut inilah yang membuat pantai plengkung ini memiliki ombak yang besar dengan ketinggian ombak sekitar 6-7 feet dengan panjang ombak sekitar 1-2km serta berlapis-lapis yang sangat baik untuk olah raga surfing.
  2. Pantai triangulasiPantai lainnnya di taman nasional alas purwo Banyuwangi yang juga memiliki panorama alam yang tidak kalah indahnya adalah pantai Triangulasi. Nama Triangulasi sendiri di ambil dari nama titik ikat dalam pengukuran dan pemetaan yang terletak ± 500 dari utara pantai.Di pantai ini memiliki formasi hutan pantai yang masih lengkap. Di pantai ini banyak sekali tumbuh pohon nyampung (Calophyllum inophyllum), pandan laut (Pandanus tectorius) dan bogem (Baringtonia asiatica). Kondisi pasir di pantai ini berwarna putih bersih.Selain di Ngagelan, pada bulan April hingga November di pantai ini juga di jadikan tempat bertelur bagi penyu. Di TN Alas purwo Banyuwangi ini, terdapat 4 jenis penyu yaitu penyu belimbing, penyu sisik, penyu abu-abu dan penyu hijau.
  3. Wisata GoaKarena TN Alas purwo Banyuwangi ini merupakan hutan yang masih alami, banyak sekali di jumpai Goa-goa di dalamnya. Kurang lebih ada sekitar 44 goa yang sudah teridentifikasi hingga saat ini dan beberapa di antaranya adalah goa istana, goa padepokan, goa jepang, goa basori, dan goa mayangkoro. Beberapa goa tersebut biasanya di gunakan untuk semedi bagi para pelaku ritual-ritual baik pengunjung asli Banyuwangi atau dari luar kota Banyuwangi.Goa istana merupakan goa yang paling ramai di kunjungi untuk kegiatan ritual. Biasanya ketika bulan suro, pengunjung yang datang ke goa ini semakin banyak, dan biasanya mereka sampai menginap di luar mulut goa. Di goa istana ini pula terdapat sumber air yang bernama sumber srengenge yang di percaya bisa membuat awet muda.Di TN Alas purwo Banyuwangi juga terdapat goa peninggalan jepang saat masa penjajahan yang dinamakan goa jepang dimana didalam goa tersebut terdapat beberapa peralatan yang digunakan untuk berperang seperti meriam.
  4. Pantai pancurNama pancur di ambil dari aliran sungai yang terus mengalir sepanjang tahun menuju laut sedikit terjal hingga membentuk sebuah pancuran. Aliran sungai ini bersumber dari mata air yang memang tidak pernah kering sepanjang tahunnya.Panorama yang menarik dari pantai pancur ini adalah pemandangan sunset yang sangat menawan. Di pantai ini pula disediakan lokasi camping ground bagi para pengunjung yang ingin bermalam di TN Alas Purwo Banyuwani.Tidak jauh dari pantai ini, terdapat pula pantai dengan gugusan karang hitam yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama parang ireng, dimana butiran-butiran pasir yang ada di pantai ini cukup besar sehingga warga sekitar menyebutnya dengan nama pasir gotri.
  5. Ngagelanalas purwo banyuwangiPantai ngagelan merupakan lokasi di TN Alas purwo Banyuwangi yang digunakan untuk tempat penetasan telur penyu semi alami. Berbeda dengan pantai triangulasi, di pantai ini ada petugas sendiri yang biasanya yang akan berpatroli saat malam hari untuk mencari telur yang kemudian akan di pindahkan ke tempat penetasan yang sudah disediakan. Hal ini bertujuan agar telur-telur penyu tersebut tidak di mangsa oleh predator.Di tempat ini pula di jadikan sebagai pusat pemeliharaan tukik-tukik penyu yang baru menetas untuk kemudian akan di lepas liarkan ke pantai dan beberapa akan di peliharan untuk keperluan penelitian dan juga atraksi pelepas liaran. Jika pengunjung ingin melepas liarkan tukik di pantai ini, di sarankan untuk melihat jadwal penetasan untuk kepastian waktunya.Untuk jenis penyu yang mendarat di pantai ini masih sama seperti di pantai triangulasi, yaitu 4 jenis penyu dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia yaitu penyu belimbing, penyu sisik, penyu abu-abu dan penyu hijau. Hal ini di karenakan 4 jenis penyu itulah yang berada di TN Alas Purwo Banyuwangi.
  6. Savana sadenganSavana sadengan merupakan satu-satunya padang rumput di TN Alas purwo Banyuwangi untuk pengelolaan sebagai habitat satwa salah satunya adalah banteng dalam mencari makan dan berinteraksi. Untuk waktu yang tepat berkunjung ke savana ini adalah ketika pagi antara jam 06.00 hingga 09.00 atau sore hari antara jam 15.30 sampai 17.00. Hal ini di karena pada jam-jam tersebut satwa yang ada di savana ini akan keluar dan mancari makan di tempat ini.Ada banyak satwa yang beraktifitas di padang pengembalaan TN Alas Purwo Banyuwangi ini antara lain berbagai jenis burung seperti merak, rusa, banteng, kijang, babi hutan, lutuh dan lain-lainnya.Jika beruntung, kita juga akan dapat menyaksikan keindahan bulu ekor burung merak yang sedang memikat betinanya di tempat ini. Bagi pera pengunjung, di sarankan untuk membawa peralatan seperti binokuler agar mendapatkan pengamatan yang lebih jelas.

Itu lah 6 destinasi wisata yang terdapat di TN Alas purwo Banyuwangi. Semoga sedikit informasi ini bisa menjadi pedoman ketika berkunjung ke Banyuwangi.

No Responses to “6 Destinasi wisata Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi”

Leave a Reply